Cara Membuat Anak Laki-laki atau Perempuan

Kali ini saya akan mencoba menulis opini dan logika sederhana yang terlintas di pikiran saya. Bagaimana caranya mendapatkan anak laki-laki atau perempuan? Mungkin terlihat sedikit naif, karena saya belum pernah membuktikannya *wink*

Kadangkala saya melihat ada pasangan suami-istri yang memiliki beberapa orang anak. Ada yang perempuan semua, ada pula yang laki-laki semua. Mungkin kalau mau kita tanyakan pada mereka dengan jujur, pasti ada terbersit keinginan memiliki anak perempuan, setelah sebelumnya mereka telah memiliki anak laki-laki, atau sebaliknya. Tapi kenyataannya yang nongol jenis yang sama lagi. Apa yang salah?

Tulisan berikut ini hanyalah ide yang sempat terlintas. Berdasarkan sedikit pengetahuan tentang reproduksi pada manusia. Silahkan dipercaya. Boleh juga tidak.

Perempuan pada usia produktif akan mengalami masa menstruasi secara periodik setiap bulannya. Pada saat menstruasi, terjadi pelepasan sel-sel telur yang tidak dibuahi. Ya bisa dibilang “telur busuk” lah. Sudah tidak terpakai. Jadi, dibuang saja.

Setelah masa menstruasi usai, rahim akan segera mempersiapkan kembali sel-sel telur untuk dibuahi oleh sperma. Jika ternyata lagi-lagi tidak ada yang membuahi dan dia telah cukup lama menunggu, kembali sel telur tersebut akan “membusuk” lagi. Maka terjadilah menstruasi kembali.

Yang perlu diketahui adalah, selama “masa tunggu” tersebut, tidak semua hari merupakan hari available untuk dibuahi. Waktu available ini biasa disebut dengan masa subur. Setahu saya, masa subur itu hanya sekitar 5 hari berturut-turut. Pada masa subur ini, sel telur mengalami puncak kematangan dan kesiapan untuk dibuahi. Dengan kata lain, tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma jika ternyata sel telur belum mencapai kematangan. Walau demikian, bisa saja di luar masa yang bisa diprediksi tersebut terjadi kematangan tiba-tiba karena beberapa faktor.

Apa kaitannya dengan bagaimana cara menentukan jenis kelamin calon anak? Kaitannya adalah, kapan si laki-laki melepas spermanya menuju rahim perempuan!

Berikut ini adalah logika sederhananya. Pada sel telur calon ibu mengandung kromosom XX. Sedangkan pada sperma calon ayah mengandung kromosom XY. Untuk menghasilkan anak laki-laki, kromosom X dari ibu harus bertemu dengan kromosom Y dari ayah. Sedang untuk menghasilkan anak perempuan, kromosom X ibu harus bertemu dengan kromosom X si ayah. Rumus sederhananya, anak laki-laki dihasilkan oleh Xibu + Yayah. Sedang anak perempuan adalah Xibu + Xayah.

Xibu selalu siap sedia selama masa subur. Nah, masalahnya adalah bagaimana mengatur agar yang membuahi adalah Xayah atau Yayah! Cara yang terlintas di pikiran saya adalah cara sederhana. Berdasarkan usia hidup dan sifat dari kromosom X dan Y milik ayah.

Kromosom X pada sperma ayah sanggup bertahan hidup di dalam rahim selama beberapa hari. Kalau tidak salah bisa 3-4 hari. Tapi sifatnya pemalas. Sedangkan kromosom Y pada sperma ayah hanya bisa bertahan hidup di dalam rahim selama beberapa jam. Kalau tidak salah hanya sekitar 4-5 jam. Please correct me if I’m wrong. Tapi kromosom Y ini sangat gesit.

Dengan melihat sifatnya saja, X yang pemalas dan Y yang gesit, maka bisa ditebak dengan mudah bahwa jika kita menyuruh mereka untuk balapan alias adu cepat sampai finish (sel telur), yang akan tiba terlebih dahulu adalah Y! Dengan demikian, jika berharap mendapatkan anak laki-laki, lepas-lah sperma pada masa subur. Probabilitas untuk mendapatkan anak laki-laki akan sangat besar. Karena hampir bisa dipastikan kromosom Y akan lebih dahulu membuahi sel telur. Namun sebaliknya, jika berharap anak perempuan, jangan berhubungan intim pada waktu masa subur, tapi lakukanlah beberapa hari sebelumnya. Kenapa? Karena usia hidup kromosom X sang ayah sanggup bertahan hidup beberapa hari. Misal saja hubungan itu dilakukan 2 hari sebelum masa subur, maka setelah 4-5 jam kemudian kromosom Y dari sperma ayah akan mati. Yang tersisa adalah kromosom X. walau gerakannya lambat, tapi dengan pasti dia akan menuju sel telur dan bertahan di rahim dalam waktu beberapa hari. Begitu tiba waktunya sel telur mencapai masa kematangan, kromosom X ini langsung membuahinya. Sehingga hasilnya adalah X + X alias anak perempuan.

Sekali lagi, boleh percaya boleh tidak. Ini hanya teori basa-basi dari saya yang bukan dokter. Hanya sekadar untuk mengisi blog :D


No comments:

Post a Comment