Cara Menghadapi Anak Susah Makan

Anak Anda susah makan? Sebelum itu terjadi, sebaiknya Anda perlu mewaspadai sejak dini pola makan anak Anda.Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Rini Sekartani, SpA menjelaskan, untuk anak usia satu tahun ke atas memiliki porsi makan yang tidak hanya susu tapi juga didukung oleh makanan pendamping sejak usia enam bulan.

“Enam bulan pertama, bayi harus mendapat ASI eksklusif. Setelah itu harus mendapat makanan pendamping ASI. Kalau transisi ini terganggu, misalnya anak hanya diberik ASI, maka pada usia satu tahun ke atas akan terus mengkonsumsi susu,” kata dr. Rini saat Talkshow “Bagaimana Membentuk Seorang Anak Yang Sehat, Cerdas, dan Berkualitas” di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Dengan terus mengkonsumsi susu, kata dr. Rini, anak akan cepat kenyang dan akibatnya sulit makan. “Apalagi dengan susu yang iklannya mengklaim pengganti makan, akan membuat perut anak cepat kenyang,” katanya.

Padahal, nutrisi untuk anak perlu dipenuhi juga dengan karbohidrat dan vitamin selain protein dari susu.

Kecukupan nutrisi pada anak berusia lebih dari setahun tidak bisa diidentikkan dengan kenaikan berat badan.

Menurut dokter Rini, anak di atas usia satu tahun tidak mengalami kenaikan berat badan selama tiga bulan tidak akan masalah. Berbeda dengan bayi yang setiap bulannya harus mengalami kenaikan berat badan.

Sulitnya makan pada anak juga ditengarai karena sejak dini anak tidak dibiasakan mempunyai jadwal makan.

“Kalau sudah sejak bayi dibiasakan punya disiplin makan maka umur setahun dan selebihnya akan mudah makan. Apalagi kalau sudah umur setahun lebih, anak lebih suka main daripada makan,” ujar dokter Rini.

Anak yang bermasalah dengan kejiwaan juga berpotensi sulit makan. “Memang berat badan yang cenderung turun bisa karena penyakit kronis semisal TBC, tapi kejiwaan anak yang menanggung beban psikologis karena keterbatasan fisik itu juga memicu anak untuk stres dan sulit makan,” kata psikiater anak Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpJK.

Penyembuhan psikologis juga diperlukan bagi anak-anak yang menderita keterbatasan fisik yang memicu stres.

http://vitapro.wordpress.com/2009/10/12/menghadapi-anak-susah-makan/

»»  READMORE...

Cara Membuat Anak Suka Makan Sayur

Buat anda yang punya anak atau baru beberapa belas tahun yang lalu masih anak-anak, anda pasti tahu betapa susahnya mereka (atau kita) mencoba mengunyah makanan hijau pahit yang tidak mengenakkan itu. Harian The New York Times memberikan 6 tips sederhana ini untuk anda:

1. Ajak anak anda ikut terlibat dalam proses memasaknya, atau setidaknya melihat bagaimana anda mempersiapkan makanannya.
2. Jangan memaksa mereka untuk memakannya atau mengiming-imingi hadiah. Silakan tawarkan sayuran, tapi usahakan tetap bersikap netral entah dia menerima atau menolaknya.
3. Kalau tidak ingin anak anda makan sesuatu yang tidak sehat, jangan coba disembunyikan di tempat yang (menurut anda) tak terjangkau anak; Sterilkan rumah anda dari makanan itu.
4. Pola makan orangtua bisa mempengaruhi anak mereka untuk menirunya, jadi berilah contoh yang baik dan hati-hatilah kalau anda sedang berdiet.
5. Jangan sajikan sayuran yang itu-itu saja; berkreasilah dengan cara masak yang berbeda tanpa harus terpaku pada sisi kesehatannya.
6. Jangan menyerah! Menurut seorang ahli gizi, dibutuhkan rata-rata 15 kali atau waktu berbulan-bulan untuk bisa membuat anak menerima suatu makanan.

Bagaimana dengan anda? Pernah punya pengalaman pribadi (entah anda ke anak atau orangtua ke anda) dan tips-tips lain dalam mengusahakan anak mau makan sayur-sayuran?

http://popsy.wordpress.com

»»  READMORE...

Cara Membuat Anak Agar Suka Belajar

Seperti yang kita ketahui, tidak semua orang tua sanggup untuk menghadapi permasalahan belajar anaknya. Terkadang orang tua terbawa emosi hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di dengar oleh anak.

Memang, setiap orang tua pasti mendambakan agar anaknya tumbuh menjadi manusia pintar dan berhasil di kemudian hari. Nah… Beberapa tips di bawah ini SANGAT MENENTUKAN dan EFEKTIF diterapkan supaya anak SUKA BELAJAR:

1. SUASANA YANG MENYENANGKAN adalah SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.

2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.

3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK, apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.

4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anakakan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.


Catatan Redaksi:
Artikel ini telah diterbitkan di Buletin Komite Sekolah TKIT/SDIT Full Day School Nur Hikmah
Pondok Gede, BEKASI

»»  READMORE...

Cara Membuat Anak Pintar dan Berprestasi

KOMPAS.com - Hasil penelitian menunjukkan, keterlibatan orangtua merupakan faktor penentu keadaan anak-anak di sekolah. Setidaknya ada 10 cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda agar berhasil dalam kelasnya :

1. Ciptakan lingkungan yang mendorong semangat belajar. Bisa dengan menyediakan berbagai macam kesempatan sehingga mereka lebih senang belajar, misalnya dengan menyediakan benda-benda seperti puzzle sampai melukis di komputer. Hal ini penting untuk merangsang keingintahuan mereka.

2. Menyediakan kehidupan yang seimbang. Rumah yang stabil, lingkungan yang kondusif dan penuh cinta, merupakan dasar yang kuat untuk membantu anak mendapat nilai yang baik di sekolah. Ini termasuk kesempatan anak mendapat tidur yang cukup dan makan teratur dengan gizi cukup. Batasi televisi dan video game agar waktu mereka tidak tersita oleh hal-hal yang tidak bermanfaat.

3. Membaca setiap hari untuk anak Anda. Kebanyakan proses belajar yang dilakukan di sekolah mencakup masalah membaca. Secara tidak langsung dengan membacakan cerita kepada anak juga turut mengajar mereka membaca. Bacakan dengan suara keras bahan-bahan yang sulit untuk mereka baca sendiri agar bisa memperluas serta memperkaya kosa kata dan pengalaman mereka.

4. Dorong mereka membaca lebih dalam. Saat anak Anda melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, mereka akan mempelajari segala hal yang berasal dari bahan yang dicetak. Semakin banyak anak membaca, kemampuan membacanya akan semakin baik. Pastikan terdapat beragam bacaan yang menarik di rumah Anda untuk mendorong kebiasaan membaca.

5. Tunjukan bagaimana mengorganisir sesuatu. Anak-anak yang terbiasa teratur lebih mudah untuk sukses di sekolah. Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan kemampuan mengorganisir sesuatu adalah melalui contoh. Tunjukkan kepada anak-anak bagaimana menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan pengorganisiran seperti tabel tugas, kalender, buku catatan, binder dan tas punggung.

6. Ajari mereka kemampuan belajar efektif. Kemampuan belajar dengan baik penting untuk mendapat nilai baik. Pastikan anak Anda tahu bagaimana membaca buku teks, mempersiapkan ujian, menghapal dan juga menggunakan waktu mereka secara efisien. Dorong mereka agar memiliki waktu rutin untuk belajar dengan menyediakan tempat belajar yang bebas dari gangguan.

7. Dorong anak untuk mendengarkan dan berpartisipasi dalam kelas. Mendengarkan dalam kelas adalah jalan mudah bagi anak-anak untuk belajar. Nasihatkan anak Anda untuk rajin mencatat. Karena hal ini berguna bagi mereka agar dapat berkonsentrasi terhadap apa yang dikatakan oleh guru. Dorong pula anak Anda untuk ikut berpartisipasi dalam kelas - ini akan meningkatkan keinginan mereka dalam belajar.

8. Bantu anak Anda mempelajari bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah menguatkan apa yang telah dipelajari anak di sekolah. Tunjukkan kepada mereka bagaimana mengerjakannya. Dengan demikian pekerjaan rumah bisa menjadi bagian dari tanggungjawab mereka. Bantu mereka mempelajari tugas apa yang harus didahulukan. Beri penekanan bahwa setiap tugas itu merupakan pengalaman belajar.

9. Bicarakan mengenai sekolah kepada anak-anak Anda. Anak Anda menghabiskan banyak waktu di sekolah setiap hari. Banyak hal yang akan terjadi selama waktu tersebut. Tunjukkan Anda tertarik mendengarkan cerita mereka dengan bertanya apa yang telah mereka lakukan di sekolah. Dan juga perbincangkan mengenai tugas-tugas yang dibawa ke rumah. Jika terjadi masalah, coba cari pemecahannya bersama anak Anda.

10. Bangun hubungan yang baik dengan guru anak Anda. Komunikasi yang baik antara rumah dan sekolah membantu anak berkelakuan baik di sekolah dan membuat lebih mudah melihat suatu masalah. Pastikan untuk menghadiri pertemuan antara guru dan orangtua. Kunjungi pula kelas anak Anda. Menjadi sukarelawan di sekolah mereka juga bisa dilakukan untuk menolong para guru. Dan jangan lupa untuk mengekspresikan apresiasi Anda terhadap guru-guru atas apa yang telah mereka lakukan untuk anak-anak Anda. @ die
»»  READMORE...

Cara Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak


img
Ilustrasi (Foto: kindercare)
Jakarta, Waktunya masuk sekolah adalah waktunya anak-anak kembali belajar. Anak-anak yang baru masuk sekolah biasanya belum begitu lancar membaca. Karena itu tak ada salahnya untuk melatih keterampilan ini sejak anak belum masuk sekolah dasar.

Membaca adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh anak, untuk mengasah kemampuannya dibutuhkan latihan. Karena itu ketahui trik-trik apa saja yang harus dilakukan orangtua untuk meningkatkan kemampuan membaca anak?

Dikutip dari Livestrong, Senin (12/7/2010) ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan keterampilan membaca anak, yaitu:

1. Menyediakan berbagai barang yang membantu kemampuan membaca anak.
Jika banyak barang yang menunjang akan membuat anak terdorong untuk membaca. Salah satu pilihannya adalah buku-buku yang menarik untuk anak-anak, seperti buku bergambar atau dengan warna-warna yang menarik perhatian anak.

Mengajak anak ke perpustakaan. Ditempat ini anak-anak akan memiliki pilihan buku yang lebih banyak, sehingga lebih memotivasi dirinya untuk membaca. Selain itu di suasana di perpustakaan juga turut mendorong anak untuk ikut serta membaca.

2. Membacakan buku untuk anak.

Membacakan buku untuk anak dengan suara keras setiap hari bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca si kecil. Hal ini juga memungkinkan untuk anak mencoba membaca sendiri, karena baginya hal ini cukup menyenangkan.

3. Menjadikan suatu permainan.
Menjadikan cara belajar membaca menjadi sebuah permainan bisa menciptakan suasana yang menyenangkan dan menarik bagi anak. Cobalah untuk mengajak anak mencocokkan antara awal suku kata dengan akhirannya, sehingga anak bisa belajar membaca sambil bermain.

4. Menyanyikan lagu-lagu.
Dengan menyanyikan sajak-sajak lagu, maka anak akan belajar untuk menghubungkan antara huruf dan suara yang dibuatnya. Bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti irama lagu juga dapat mendorong pemahanam kata-kata tersebut.

5. Menyediakan tempat khusus untuk membaca.
Menyediakan tempat khusus bagi anak untuk membaca akan memotivasi anak untuk belajar. Orangtua juga bisa turut terlibat untuk menggunakan tempat tersebut, sehingga kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan bagi si kecil.

6. Biarkan anak mencoba untuk menulis.
Menulis jug bisa meningkatkan kemampuan anak membaca, karena anak sambil belajar untuk menggabungkan antara huruf untuk membentuk suatu kata atau kalimat. Kegiatan ini juga membantu keterampilan menulis anak.

7. Mengajak anak untuk membaca bersama.

Menghabiskan waktu untuk membaca bersama bisa memberikan pesan yang menyenangkan bagi anak. Biarkan anak memilih bukunya sendiri, lalu ajaklah membaca bersama-sama. Kondisi ini akan semakin memotivasi anak untuk belajar membaca.(ver/ir)
»»  READMORE...

Mengatasi Anak Yang Nakal, Bandel dan Suka Kekerasan


img
(Foto: theparentszone)
Jakarta, Saat sedang bermain si kecil kadang suka memukul atau menyerang teman bermainnya. Kondisi ini membuat orangtua panik dan kaget. Bagaimana mengatasi kelakuan anak seperti ini?

Sifat agresif atau suka menyerang adalah bagian yang normal dari perkembangan anak. Hal ini dikarenakan keterampilan berbicaranya yang belum sempurna serta keinginan kuat untuk mandiri, membuat anak menggunakan tindakan fisik untuk mengungkapkan perasaannya.

"Beberapa tingkatan memukul dan menggigit masih menjadi hal yang normal, tapi orangtua harus memberitahu bahwa tindakan tersebut salah dan mengajarinya cara lain untuk mengungkapkan perasaannya," ujar Nadine Block, direktur eksekutif Center for Effective Discipline di Columbus, Ohio, seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (8/7/2010).

Orangtua harus membantu anak mengendalikan dirinya agar bisa belajar bergaul atau bersosialisasi dengan yang lain.

Jika anak memukul atau menggigit anak lain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasinya:

Merespons dengan cepat
Cobalah untuk merespons langsung ketika melihat anak semakin agresif, lalu ajaklah ia keluar dari situasi tersebut.

Cobalah untuk memberitahunya dengan cara menghubungkan perilaku tersebut dengan konsekuensi yang harus diterimanya, misalnya jika ia memukul maka ia akan kehilangan kesenangan dan waktu bermainnya.

Menindaklanjuti tindakan anak
Setelah membawa anak keluar dari tempat bermain, duduklah dan ajak ia menonton anak-anak lainnya bermain. Jelaskan padanya bahwa ia boleh bermain kembali kalau sudah siap untuk bergabung tanpa menyakiti anak-anak lainnya.

Tapi usahakan untuk tidak marah dan tidak berteriak, karena anak akan berpikir salah satu cara untuk terlepas dari agresif fisik adalah melalui agresif verbal.

Memberikan konsekuensi yang sama
Sebanyak apapun anak melakukan tindakan agresif, sebaiknya orangtua tetap memberikan konsekuensi yang sama. Hal ini mengajarkan pada anak jika ia melakukan sesuatu yang menyakiti anak atau orang lain, maka ia akan menerima konsekuensi yang sama dari orangtuanya.

Mengajarkan cara lebih baik untuk mengungkapkan perasaannya
Setelah anak mulai mereda emosinya, tanyakan padanya dengan lembut apa yang terjadi sehingga emosinya meledak. Setelah itu, orangtua bisa memberitahu cara untuk meluapkan emosinya dengan tidak menyakiti orang lain.

Mengajarkannya untuk minta maaf
Pastikan anak-anak memahami bahwa ia harus menyesal setelah melakukan kesalahan dan menuntunnya mendekati anak yang disakiti untuk minta maaf. Mungkin awalnya anak akan meminta maaf secara tidak tulus, tapi hal ini akan menjadi proses pembelajaran bagi anak.

Memberikan hadiah untuk perilaku baiknya
Jika anak dapat mengendalikan atau menahan rasa amarahnya, maka orangtua bisa memberinya pujian atas sikapnya tersebut. Hal ini akan memicu anak untuk berusaha mengendalikan amarahnya dan melampiaskannya dengan cara lain yang tidak menyakiti teman-temannya.

Membatasi waktu menonton televisi
Beberapa tayangan televisi seringkali menunjukkan adegan berteriak, mengancam, mendorong atau memukul, meskipun tayangan ini untuk anak-anak.

Karena itu mulailah untuk memantau acara yang ditonton oleh anak dan membatasi waktu menonton televisinya, sehingga anak-anak tidak melihat adegan tersebut. Sebagai konsekuensinya cobalah menyediakan waktu bermain yang lebih banyak dengan anak.

http://health.detik.com/
»»  READMORE...

Mengatasi Anak Jika Anak Tidak Mau Sekolah

ORANG tua akan merasa stres jika mendengar anaknya benci ke sekolah dan tidak mau sekolah lagi. Cara untuk membujuknya adalah bukan dengan memarahi atau membentaknya, melainkan cari tahu apa penyebabnya dan ajaklah si kecil bicara secara baik-baik.

Mungkin hampir sebagian besar anak pernah merasakan benci untuk datang ke sekolah, namun biasanya perasaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekolah adalah salah satu tempat dimana seseorang bisa mendapatkan pendidikan, teman dan mengembangkan kemampuan untuk bersosialisai dengan sesama.

Anak yang tidak mau sekolah bisa saja karena anak merasa takut atau stres untuk datang ke sekolah, hal ini akan berefek ke tubuh si anak. Anak yang stres tentang sekolahnya akan memicu timbulnya sakit kepala atau sakit pada bagian pencernaannya.

Memiliki masalah dengan waktu tidurnya juga merupakan salah satu tanda dari stres. Jika anak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur, maka anak akan suka marah-marah dan menjadi cepat lelah sepanjang hari. Perasaan tersebut bisa membuat anak merasa tidak betah atau memperburuk keadannya di sekolah.

Selain stres ada banyak penyebab mengapa anak tidak mau sekolah, bisa saja karena adanya kekerasan dalam sekolah, tidak suka dengan salah satu temannya, bermasalah dengan guru, merasa berbeda dengan anak-anak yang lain dan mungkin hanya mempunyai teman yang sedikit. Kadang penyebab lainnya adalah berhubungan dengan tugas sekolah, yang terlalu mudah sehingga merasa bosan atau bahkan terlalu susah yang membuat anak merasa tidak lebih pintar dibandingkan dengan teman-temannya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak semangat kembali ke sekolah, seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (27/8/2009):

  1. Ajaklah anak bicara secara baik-baik tentang masalah yang dihadapi di sekolahnya. Anak bisa berbicara dengan orang tua, teman atau guru yang dipercaya sehingga bisa membuatnya merasa lebih baik.

  2. Biasakan anak untuk selalu menulis apapun yang terjadi atau perasaannya dalam sebuah diari. Hal ini bagus bagi anak yang tidak ingin berbagi dengan siapapun, karena bisa membantu mengeluarkan segala emosi yang dipendamnya.

  3. Jika bermasalah dengan pelajaran di sekolah, mintalah bantuan guru di sekolah atau guru privat untuk memberinya tambahan pelajaran. Jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama, karena lebih mudah untuk mengejar ketinggalan satu bab pelajaran dibandingkan dengan satu buku pelajaran.

  4. Biasakan mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan sang anak untuk ke sekolah sejak malam harinya, sehingga saat pagi hari anak tidak merasa stres atau terburu-buru yang membuatnya malas untuk pergi ke sekolah.

  5. Ajaklah anak untuk menulis apa yang tidak disukai di sekolah dan apa yang dsukai di sekolah (meskipun mungkin hanya saat istirahat saja). Lalu cari solusi bersama-sama untuk mengatasi hal-hal yang tidak disukai anak di sekolah.

Memang tidak mudah untuk mengubah semua yang tidak disukai anak di sekolah secara langsung. Tapi dengan mengetahui apa penyebab anak tidak mau sekolah, orang tua bisa memperkirakan bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk sang anak sehingga mau kembali lagi ke sekolah.

Untuk itu, cari tahulah apa penyebabnya dan jangan pernah memarahi atau membentak sang anak. Karena hal ini akan membuat anak merasa semakin tidak nyaman dan tidak mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.

Oleh: Vera Farah Bararah - detikHealth

(Sumber: Health.Detik.Com)
»»  READMORE...

Bermain Mencerdaskan Anak, Membuat Anak Pintar

KOMPAS.COM - Bermain adalah dunia anak. Namun sesungguhnya, kegiatan bermain dapat mencerdaskan anak. Itu sebabnya para ahli menyarankan agar orangtua mulai mengenalkan aneka jenis permainan sejak bayi. "Anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di sekolah," kata Jack Kern, profesor kinesiologi dari University of Arkansas, Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan para ahli di Inggris menguatkan pendapat Kern tersebut. Diketahui bahwa anak-anak yang memiliki gaya hidup sedentari (kurang bergerak) tidak hanya berpontensi menjadi gemuk tapi juga memiliki kecerdasan yang rendah.

Berbagai data dan penelitian juga menyatakan 70 persen perkembangan otak anak di 3 tahun pertama usianya bisa dioptimalkan dengan bermain. Namun, bagaimanakah mekanisme bermain mampu mencerdaskan otak anak?

Saat lahir, otak anak belum terbentuk sempurna dan akan terus berkembang sejalan pertumbuhan seorang anak. Permainan olahraga dan aktivitas fisik pada bayi dan balita akan berpengaruh pada perkembangan otak terutama dalam peningkatan kapasitas otak dalam penyimpanan informasi dan memanggil kembali informasi yang masuk.

Selain itu, agar sel-sel otak makin berkembang dan terhubung satu sama lain, otak perlu dirangsang dan diberi pengalaman. Permainan yang membuat anak aktif bergerak diketahui mempercepat sambungan sel-sel otak pada anak. Lewat permainan, otak juga makin terlatih untuk melakukan tugas-tugas yang butuh konsentrasi.

Bukan hanya itu, permainan fisik akan meningkatkan sirkulasi sel darah merah ke seluruh tubuh. Menurut Dr. Karen Heath dari Research Unit for Exercise Science and Sport Medicine, sel darah merah adalah pembawa oksigen dalam darah.

"Dengan meningkatnya aktivitas fisik, meningkat pula sirkulasi darah dalam tubuh anak. Hal ini sangat penting untuk otak, terutama saat anak mengerjakan tugas-tugas ujian yang butuh konsentrasi tinggi," katanya.

Itu sebabnya, biarkan anak bermain sepuasnya. Sesibuk apa pun, ajaklah anak bermain dan perkenalkan ia pada variasi permainan sesuai usianya. Yang terpenting adalah aktivitas yang dilakukan menyenangkan untuk anak dan jangan paksa anak melakukan permainan yang tidak disukainya. AN

(Editor: acandra, Sumber : health24)

»»  READMORE...